Kokurikuler TAHUN AJARAN 2026/2027
DEMOKRASI DI SEKOLAH : Dari Suara Menjadi Aksi
Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)
DEMOKRASI DI SEKOLAH : Dari Suara Menjadi Aksi
Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)
2. Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)
Berikut adalah naskah kata sambutan pembina upacara yang khidmat, menggebu, dan relevan untuk Upacara Hari Kesaktian Pancasila di sekolah.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat Pagi, Salam Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan,
Salam Pancasila!
Yang saya hormati,
Bapak/Ibu Kepala Sekolah,
Bapak dan Ibu Guru beserta Staf Tata Usaha yang saya banggakan,
Serta seluruh siswa-siswi anak-anakku sekalian yang saya cintai.
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada pagi hari yang cerah ini, kita dapat berkumpul bersama di lapangan sekolah dalam rangka mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 dengan keadaan sehat walafiat.
Anak-anakku dan Bapak/Ibu Guru yang saya hormati,
Hari Kesaktian Pancasila yang kita peringati setiap tanggal 1 Oktober bukanlah sekadar seremoni tahunan rutin tanpa makna. Hari ini adalah panggung sejarah yang mengingatkan kita akan ketangguhan bangsa Indonesia. Sejarah telah mencatat berbagai cobaan, rongrongan, dan ancaman disintegrasi yang pernah mencoba meruntuhkan pendirian bangsa ini. Namun, Pancasila terbukti berdiri kokoh sebagai fondasi, perisai, dan pemersatu seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Kesaktian Pancasila tidak terletak pada kekuatan mistis atau magis, melainkan pada nilai-nilai luhur yang dikandungnya—nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial—yang terpatri erat di dalam dada setiap insan Indonesia.
Anak-anakku generasi muda penerus bangsa,
Di era digital dan arus globalisasi saat ini, tantangan yang kita hadapi tidak lagi berupa bentrokan fisik atau persenjataan. Perjuangan kalian hari ini adalah melawan kebodohan, perpecahan, berita bohong (hoaks), serta sikap individualistis dan intoleransi.
Pancasila tidak cukup hanya dihafal saat upacara hari Senin, tetapi harus dihidupkan (diejawantahkan) dalam tindakan sehari-hari di lingkungan sekolah:
Ketuhanan: Menghormati perbedaan agama dan menjalankan ibadah dengan taat.
Kemanusiaan: Tidak melakukan bullying (perundungan), saling menyayangi, dan membantu sesama teman.
Persatuan: Berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku, rasa, atau latar belakang.
Kerakyatan: Menyelesaikan setiap perbedaan atau masalah dengan cara bermusyawarah dan berdiskusi secara dewasa.
Keadilan Sosial: Bersikap adil, tidak egois, dan menjaga fasilitas umum sekolah bersama-sama.
Jadikan sekolah ini sebagai laboratorium persemaian nilai-nilai Pancasila. Jika kalian ingin melihat Indonesia yang maju, beradab, dan bersatu di masa depan, mulailah dari sikap dan perilaku kalian di ruang-ruang kelas hari ini.
Bapak/Ibu Guru yang mulia,
Marilah kita terus berkomitmen untuk tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan karakter dan moral Pancasila kepada anak-anak didik kita. Kita adalah teladan nyata bagi mereka dalam merawat kebinnekaan dan menjaga keutuhan NKRI.
Mengakhiri sambutan ini, marilah kita bulatkan tekad untuk terus menjaga, mengamalkan, dan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi tunggal bangsa kita.
Pancasila Abadi!
Indonesia Maju!
Terima kasih atas perhatiannya.
Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.